sujarwo eko wibowo

  • BERANDA
  • BLOG KU
  • BLOG MADING
  • MAN SUMPIUH IN YOUTUBE
  • GALERI MAN
Link Berita : Materi Bhs. Indonesia »
Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan
  1. Keberhasilan itu miliki orang yang tekun
  2. Pikiran adalah cerminan kehidupan
  3. Pusat pengendalian diri adalah sikap
  4. Percaya diri adalah cara meraih sukses
  5. Kesuksesan berasal dari kemauan yang kuat
  6. Niat akan menciptakan nasib kita
  7. Kebodohan tidak dapat menyelesaikan masalah
  8. Manusia akan mati tetapi bakat tetap abadi
  9. Ilmu tanpa budi adalah kerapuhan jiwa
  10. Prestasi tak dapat diraih tanpa antusias
  11. Perubahan akan menghasilkan kematangan
  12. Kemantangan akan menciptakan identitas diri
  13. Tindakan adalah buah pengetahuan yang paling tepat
  14. Kuasailah pikiran atau kita akan dikuasainya
  15. Pendidikan melahirkan keinginan baru
  16. Satu-satunya cara untuk lulus ujian adalah menghadapi ujian
  17. Satu kata bagi orang bijak sudah cukup
  18. Hanya tindakan yang dapat memberikan kekuatan
  19. Hanya kesederhanaan yang dapat membuat manusia tenang
  20. Cara terbaik menjadi cerdas adalah tidak menjadi bodoh
  21. Tiada usaha tiada hasil
  22. Antusias adalah mesin penggerak kesuksesan
  23. Jika tidak dapat mengubah nasib, maka ubahlah sikap
  24. Tiada istilah tua untuk belajar
  25. Ilmu pengetahuan adalah tiang kehidupan
  26. Peluang selalu dihimpit oleh kesulitan
  27. Ilmu itu penting, namun harga diri lebih penting
  28. Prestasi besar dilahirkan dari pengorbanan besar
  29. Pintar, bodoh, keduanya membutuhkan usaha yang sama
  30. Kebodohan bukanlah hukuman tetapi akibat
  31. Kecerdasan bukanlah ganjaran tetapi konsekuensi
  32. Lari dari kesulitan-kesulitan adalah suatu kesalahan
  33. Kegagalan adalah celaka kecil
  34. Penyesalan adalah celaka besar
  35. Hasil dari belajar adalah tindakan , bukan pengetahuan
  36. Yang membuat kita senang adalah pertempuran meraih kemenangan
  37. Perjuangan membangun kekuatan
  38. Dunia adalah panggung sandiwara
  39. Kesalahan adalah pelajaran untuk menjadi bijak
  40. Masa depan menunggu kemampuan kita untuk mengubahnya
  41. Supaya diri kita seimbang, kita harus berjalan
  42. Di manapun Anda berada, jadilah manusia berguna
  43. Temukanlah alasan bersyukur, kemudian tantanglah dirimu
  44. Menaklukan diri adalah kemenangan yang paling mulia
  45. Di mana ada kemauan, niscaya ada jalan
  46. Hidup terbentuk dari arus pikiran yang mengalir di kepala
  47. Kecerdasan adalah kombinasi dari karakter dan strategi
  48. Manusia mampu menjadi bijak tanpa menunggu tua
  49. Manusia bisa memiliki pengaruh tanpa jabatan
  50. Disiplin dimulai dari penguasaan isi pikiran
  51. Disiplin akan mengontrol tindakan melalui pikiran
  52. Disiplin adalah harga diri paling tinggi
  53. Disiplin adalah ruh dari sebuah kecerdasan
  54. Tugas utama adalah mengutamakan yang paling utama
  55. 99% kegagalan lahir dari kita yang memiliki kebiasaan tak peduli
  56. Niat akan mencetak nasib
  57. Jangan habiskan waktu untuk menunggu
  58. Kemenangan adalah hasil dari berpikir menang
  59. Pusat pengendalian hidup adalah sikap
  60. Kesalahan fatal adalah maju tanpa kemauan untuk menang
  61. Permainan hidup ditentukan oleh 99% mental
  62. Kecepatan memang baik tetapi ketepatan adalah segalanya
  63. Mongoreksi diri adalah modal sebuah tindakan
  64. Pengetahuan dapat muncul dari sesuatu yang salah
  65. Pintar dan bodoh adalah pikiran yg dapat kita tentukan
  66. Tindakan adalah ukuran paling riil sebuah usaha kecerdasan
  67. Pembelajaran adalah perubahan
  68. Buku adalah pengusung peradapan
  69. Peradaban adalah perkembangan kekuatan akal
  70. Yang kita dapatkan dari buku adalah gagasan
  71. Gagasan adalah makna yang menggerakkan pikiran
  72. Hal yang dapat kita kontrol dan kita ubah adalah sikap
  73. Pengetahuan, wawasan, dan pengalaman menjadikan manusia bijak
  74. Lompatan memungkinkan kita menempuh cara-cara baru
  75. Ikatlah ilmu dengan menulisnya
  76. Menulis sama dengan menata gagasan
  77. Gagasan sama dengan makna yang menyadarkan
  78. Efektifitas menampung pelbagai jenis kecerdasan manusia
  79. Sukses bukanlah kebetulan belaka
  80. Sikap lebih penting dari ilmu dan kesempatan.
ditulis oleh Urip.Wp.com
http://ekobijak.blogspot.com/wibowojoz@yahoo.co.id
http://ekojoz.blogspot.com/ekobijak@yahoo.co.id
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....


Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Postingan Lama Beranda
  • Posting Terbaru
  • Komentar Pembaca
Advertisement

Video Terkini

    AKTIVITASKU

NUMPANG LEWAT GAN

MATERI BAHASA INDONESIA

MEMBACA PUISI
METODE PENGGAMBARAN WATAK
KAMUS ONLINE BAHASA INDONESIA
GURINDAM
KATA BAKU DAN NONBAKU
DAFTAR PUSTAKA / BIBILIOGRAFI
SURAT KUASA
SURAT NIAGA / DAGANG
SURAT PERJANJIAN
MEMO
PARAGRAF NARASI
PARAGRAF PERSUASI
PARAGRAF DESKRIPSI
KRITIK DAN SARAN
PIDATO
NOTULA / NOTULEN
FAKTA DAN OPINI
MENULIS KARYA ILMIAH
KALIMAT TUNGGAL DAN KALIMAT MAJEMUK
FRASE DAN KLAUSA
KATA KERJA AUS
MAJAS
MENULIS PUISI
UNSUR-UNSUR INSTRINSIK
SURAT LAMARAN PEKERJAAN
SMK Kelas X
SMK Kelas XI
SMK Kelas XII
IMBUHAN SERAPAN
MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA IND.
DRAMA

widgeo.net
2010 Simplex Enews. All rights reserved.
Designed by SimplexDesign